Mengenal Strategi Hedge Forex

Hedging merupakan salah satu strategi trading yang sudah tidak asing lagi di kalangan trader. Bagi banyak trader, hedging adalah “holy grail” yang diharapkan bisa menghasilkan banyak uang dalam waktu yang sangat singkat. Persepsi yang umum adalah strategi hedging yang cermat dapat beroperasi dengan sedikit atau tanpa risiko sementara pada saat yang sama mencapai keuntungan yang belum pernah terdengar

Dalam perdagangan forex, investor dapat menggunakan pasangan kedua sebagai hedging untuk posisi yang ada yang enggan mereka tutup. Meskipun hedging mengurangi risiko dengan mengorbankan keuntungan, itu bisa menjadi alat yang berharga untuk melindungi keuntungan dan mencegah kerugian dalam perdagangan forex.

Dasar-dasar Hedge Forex
Hedging melibatkan pembukaan posisi pada pasangan mata uang yang melawan kemungkinan pergerakan pada pasangan mata uang lain. Dengan asumsi ukuran posisi ini sama dan pergerakan harga berkorelasi terbalik, perubahan harga pada posisi ini dapat membatalkan satu sama lain saat keduanya aktif.

Meskipun ini menghilangkan potensi keuntungan selama jendela ini, itu juga membatasi risiko kerugian.

Hedging langsung di mana investor membuka posisi beli dan jual pada pasangan mata uang yang sama untuk mempertahankan keuntungan apa pun yang telah mereka buat atau mencegah kerugian lebih lanjut. Pedagang dapat mengambil pendekatan yang lebih kompleks untuk melakukan hedging yang memanfaatkan korelasi yang diketahui antara dua pasangan mata uang.

Bagaimana Hedge Forex Bekerja

Hedging adalah tentang mengurangi risiko Anda, untuk melindungi dari pergerakan harga yang tidak diinginkan. Hedging menyarankan pembukaan posisi yang akan mengurangi kerugian total dalam skenario negatif.

Ada berbagai macam strategi bagaimana melakukan hedging di forex:

1. Buy pasangan mata uang yang bergerak berlawanan arah.
2. Buy dan sekaligus sell pasangan mata uang yang berkorelasi positif.
3. Buy dan sell pasangan mata uang yang sama dengan harga yang sama secara bersamaan.
4. Buy dan sell instrumen trading forex yang sama pada waktu yang sama tetapi dengan harga yang berbeda.

Fungsi Hedge
Hedging memiliki fungsi untuk mengurangi resiko ketika pasar sedang berada dalam kondisi yang sangat sulit untuk diprediksi ataupun pergerakan harga yang terjadi tak sesuai harapan anda. Trader yang lebih memilih menggunakan strategi hedging dibandingkan menutup posisi, biasanya sudah mempunyai rencana serta sudah melakukan analisa.

Jenis Hedge

  1. Strategi Hedging Langsung (Direct Hedging)
    Metode ini sering disebut dengan istilah direct hedging atau hedging langsung, di mana Anda bisa membuka posisi buy dan sell pada sebuah pasangan mata uang yang dipilih.
  2. Hedging Pada Beberapa Pasangan Mata Uang
    Selain direct hedging, trader juga bisa mencoba strategi hedging pada beberapa pasangan mata uang sekaligus. Semisal, mencoba open position buy EUR/USD, lalu beberapa saat kemudian harga mulai turun. Maka, trader bisa open position buy lagi di USD/CHF.
  3. Strategi Hedging Untuk Menanggulangi Kerugian
    Strategi hedging secara konvensional dilakukan untuk menanggulangi kerugian dengan cara mengunci (locking) trade melalui entry posisi yang berlawanan arah dengan posisi sebelumnya.
  4. Strategi Hedging Untuk Mendapatkan Keuntungan
    Strategi ini ditempuh ketika trader memang ingin mulai memperoleh profit di pasar forex, bukan untuk menanggulangi kerugian seperti pada strategi hedging umumnya.

Resiko Hedge
Semua posisi yang diambil dalam forex pasti memiliki resiko, tak terkecuali juga terkait hedging. Namun ukuran resiko yang nantinya muncul ini tentu tetap dapat kita prediksi. Berikut beberapa risiko hedging:

  1. Semua aktivitas investasi memiliki kemungkinan untung dan rugi masing-masing. Apabila berhasil, hedging benar-benar dapat meminimalkan kerugian. Namun jika gagal, maka kerugian akan berlipat ganda.
  2. Hedging membutuhkan modal besar untuk membuka banyak posisi investasi dalam waktu yang sama. Hal ini sangat berbeda dengan sejumlah langkah manajemen risiko lain seperti Stop Loss atau Trailing Stop yang tidak membutuhkan modal tambahan.
  3. Hedging berbasis pada korelasi antar aset yang sifatnya fluktuatif. Korelasi antar aset tidak bersifat statis, sehingga kadang melemah dan kadang menguat. Trader yang tengah bernasib apes bisa menghadapi situasi ketika korelasi melemah, sehingga aset yang berkorelasi positif mendadak bergerak berlawanan atau aset yang berkorelasi negatif mendadak bergerak searah.